Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ أمّا بَعْدُ

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, kita berjumpa kembali dalam rubrik Adab Islami, adab-adab yang harus diamalkan oleh setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang adab pergaulan sesama muslim.

Berinteraksi antara sesama manusia merupakan suatu hal yang pasti, merupakan suatu kebutuhan, karena kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi, apalagi berinteraksi antar sesama muslim. namun dalam prakteknya, interaksi kita dengan sesama terkadang terasa hambar bahkan terkesan pahit, mengapa?, hal itu lebih sering disebabkan oleh kurang pahamnya kita terhadap adab dalam bergaul ataupun berinteraksi. nah untuk semakin memantapkan pergaulan kita dengan sesama muslim, maka akan kita pelajari bersama terkait adab-adab berinteraksi atau bergaul antar sesama muslim.

Alloh ﷻ mengingatkan tentang hal ini dalam firmannya di surat Az-Zukhruf ayat ke-67.

ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۢ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ

 “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa. ”

Jadi, dalam ayat ini dijelaskan bahwa pergaulan dengan sesama muslim mempengaruhi di hari kiamat kelak, karenanya kita harus memperhatikan adab pergaulan atau interaksi agar teman-teman kita tidak menjadi musuh.

Adapun di antara adab-adab pergaulan bersama sesama Muslim adalah :

 

Pertama; Memilih teman bergaul dan teman duduk yang baik agama dan akhlaknya.

Dianjurkan bagi kita untuk memilih teman bergaul dengan baik, sesuai dengan sebuah hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya, “Seseorang itu sesuai agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat bersama siapakah dia berteman”.

Artinya adalah, bahwa seseorang itu sesuai dengan kebiasaan temannya, tingkah laku dan gaya hidupnya, maka hendaknya kita memperhatikan dan meneliti dengan siapakah kita berteman. jika teman kita bagus agama dan akhlaknya, maka hendaknya kita berteman dengannya, dan kalau sebaliknya, teman kita adalah orang yang buruk agama dan akhlaknya, hendaknya kita menjauhinya, karena tabiat itu adalah sesuatu yang dicuri/diambil dari orang lain, sebagaimana disebutkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia meriwayatkan bahwa Nabi  ﷺ bersabda, “Janganlah kalian berteman kecuali bersama orang yang beriman, dan janganlah ada yang makan makananmu kecuali orang yang bertakwa”.

Larangan ini mencakup larangan bersahabat dengan pelaku dosa besar dan orang yang suka berbuat dosa, karena mereka melakukan apa yang Alloh ﷻ haramkan. Berteman dengan pelaku dosa akan mendatangkan kemudharatan pada agama.

Nabi ﷺ memberikan peringatan kepada kita agar tidak berteman bersama orang yang tidak bertakwa, bahkan melarang bercampur baur dan memberi atau mengundang makan kepadanya.

Teman dekat dan teman duduk yang jelek akhlaknya akan memberikan bahaya yang nyata dan tidak dapat dihindari bagaimana pun cara menjaganya,

Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Musa Al-Asyari, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Permisalan teman duduk yang shalih dan yang jelek akhlaknya, bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi, adapun penjual minyak wangi, maka dia dapat memberimu minyak wangi, atau kamu membeli minyak wangi darinya, atau kamu mendapatkan bau yang wangi, adapun seorang pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, atau kamu mendapat bau yang tidak sedap darinya”.

 

Selanjutnya, adab pergaulan yang kedua adalah, Mencintai Karena Alloh semata.

Kedudukan persaudaraan yang paling agung adalah ketika perbuatan itu dilakukan dengan karena Alloh ﷻdan untuk Alloh ﷻ, bukan sekedar untuk mendapatkan kedudukan, atau mendapatkan manfa’at duniawi dari hasil pertemanannya, bukan juga karena mendapatkan materi, namun untuk mendapatkan ridha Alloh ﷻ. Jangan sampai dalam kecintaan kita kepada teman atau saudara tersebut/

terselip kepentingan-kepentingan duniawi yang akan mengotori dan menyebabkan kerusakan persaudaraan.  Jika kecintaan kita kepada teman dilandasi karena Alloh ﷻ, dan persaudaraan kita pun dilandasi karena Alloh ﷻ, maka sungguh kita telah mencapai puncak tujuan.

Ketika kita mencintai karena Alloh ﷻ, maka hendaknya kita bergembira dengan janji Alloh ﷻ, yaitu hari dikumpulkan seluruh makhluk pada hari kiamat, tidak ada naungan selain naungan Alloh ﷻ. orang yang mencintai saudaranya karena Alloh, akan dinaungi oleh Dzat yang Maha perkasa, Alloh ﷻ.

Abu Hurairah  berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Alloh berfirman pada hari kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, pada hari ini Aku akan menaungi mereka di dalam naungan-Ku, di hari tidak ada naungan selain naungan-Ku”.

Dari Muadz bin Jabal, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Alloh tabaraka wa ta’ala berfirman, Kecintaanku diperuntukan bagi orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, yang duduk-duduk bersama karena-Ku, yang saling mengunjungi karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku”.

Kemudian, hendaklah orang yang mencintai saudaranya karena Alloh ﷻ, agar memberitahukan rasa cintanya kepada orang yang dicintainya, karena hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi.

Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik, ia berkata, “Bahwa ada seseorang yang berada di sisi Nabi, maka seorang laki-laki lain melewatinya. Laki-laki itu berkata wahai Rasulullah, Sesungguhnya saya mencintai laki-laki ini. Nabi  ﷺ bersabda kepadanya, “Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?”, Orang itu berkata, tidak. Nabi  ﷺ bersabda, “Berdirilah dan kabarkanlah kepadanya, maka hal itu akan mengokohkan kecintaan di antara kalian”. Maka Laki-laki yang bersama Nabi  ﷺ itu pun bangun dan menjumpainya kemudian mengabarkan kepadanya, dia berkata, “Sesungguhnya saya mencintaimu karena Alloh. kemudian Laki-laki yang lewat itu berkata, “Semoga Alloh ﷻ mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya”.

Hal-hal yang juga seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang saling mencintai karena Alloh ﷻ yaitu, agar mereka mengevaluasi diri dan hati mereka dari waktu ke waktu, dan agar mereka melihat apakah kecintaan ini telah tercampur dengan sesuatu yang mengotori kejernihan cintanya atau tidak?. Karena kecintaan pada awalnya mungkin ikhlash karena Alloh ﷻ, akan tetapi hal itu tidak tinggal lama apabila orang yang melakukannya lalai, dan berpindah kepada persaudaraan yang mengharapkan saling bergantian memberikan manfaat.

 

Adab Selanjutnya, yang ketiga adalah, menampakkan senyum, bersikap lembut dan kasih sayang kepada saudara seiman.

Hal yang paling minimal apabila kita menjumpai saudara kita adalah, dengan wajah yang berseri-seri, dan bibir yang tersenyum. Hal ini bagian dari perkara kebaikan dan adab yang seharusnya ditampakkan di antara kita dengan saudara yang lain, yaitu bersikap ramah dan mengulum senyum di wajah, setiap kali kita bertemu atau melihat saudara yang lain.

Diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata, bahwa Nabi  ﷺ bersabda kepadaku,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah seseorang itu meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun dia menjumpai saudaranya dengan wajah yang berseri-seri”. Hadis Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi.

Sikap lemah lembut, ramah dan kasih sayang termasuk hal-hal yang menguatkan ikatan di antara saudara, dan memperdalam hubungan di antara kita. Alloh ﷻ Yang Maha lembut mencintai kelembutan, dan memberikan kepada orang yang lembut apa yang tidak dia berikan kepada orang yang kasar.

Ibnu Mas’ud  berkata, Nabi  ﷺ bersabda, “Diharamkan atas neraka setiap orang yang lemah lembut, mudah dan dekat dari manusia”.

Dan diantara perkara yang dapat membantu kelanggengan rasa cinta dan menghilangkan kebencian dari dalam hati adalah, saling memberi hadiah di antara sesama saudara.

Imam Malik telah meriwayatkan di dalam Muwathto’nya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Saling berjabatan tanganlah kalian, karena hal tersebut akan menghilangkan rasa dengki, saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai dan menghilangkan kebencian”.

Pendengar yang dirahmati Alloh ﷻ. Demikianlah adab bergaul antara sesama muslim, insya Alloh ﷻpada edisi berikutnya akan kita bahas adab bergaul sesama muslim yang lainnya. Semoga bermanfaat, wallohu a’lam.

 

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh…

ADAB PERGAULAN SESAMA MUSLIM (BAG-1)
Tagged on:         

Leave a Reply

Ada yang ingin ditanyakan? Hubungi kami..

Kami di sini untuk memberikan informasi yang anda butuhkan mengenai sekolah kami. Jangan ragu hubungi kami.

Customer Support

Call Center

Online

Call Center

Assalaamu'alaikum, informasi apa yang ingin anda ketahui dari sekolah kami? 00.00
%d bloggers like this: